Tinggalkan komentar

Cara Mengatasi Cacar Air Pada Anak

Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoozter virus.  Harap diperhatikan bahwa penyebabnya adalah virus bukan bakteri. Jadi tidak ada gunanya anak yang menderita cacar air diberi antibiotik karena antibiotik tidak bisa membunuh virus.

Virus penyebab cacar air ditularkan oleh penderita melalui percikan ludah. Virus masuk ke tubuh melalui udara melewati saluran nafas bagian atas. Virus cacar air kemudian menempel pada permukaan saluran nafas dan berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan limfe. Waktu yang diperlukan virus cacar air untuk masuk ke tubuh dan menimbulkan gejalan kurang lebih 14 hari.

Virus cacar air dapat menyerang semua golongan umur termasuk bayi. Seumur hidup seseorang hanya satu kali menderita cacar air karena telah terkena penyakit tubuh akan membentuk antibodi terhadap virus cacar air.

Gejala Cacar Air

Anak awalnya hanya mengeluh lemas, nyeri kepala, tidak nafsu makan, demam. Kemudian timbul ruam-ruam merah di muka yang menyebar cepat ke seluruh badan. Ruam-ruam tadi dengan cepat berubah menjadi bintil-bintil kecil yang tampak berisi air. Bintil tadi akan mengering dan mengelupas sendiri 1-3 minggu kemudian. Bekas cacar tadi berangsur-angsur akan hilang. Yang perlu diperhatikan, jangan menggaruk atau mengelupas sendiri bintil tersebut karena akan menimbulkan bekas yang lebih dalam. Biarkan bintil tersebut mengering dan mengelupas sendiri.

Komplikasi Cacar Air

Pada anak sehat, cacar air merupakan penyakit ringan dan jarang menimbulkan komplikasi serius. Komplikasi tersering adalah infeksi kulit. Pada anak perempuan bekas cacar air juga hal yang harus dipikirkan, terutama bekas cacar air yang berada di daerah wajah. Komplikasi lain seperti radang paru, radang sendi dan tulang. Pada ibu hamil, virus cacar air dapat menyebabkan kelainan pada janin.

Pengobatan Cacar Air

Cacar air umumnya ringan dan sembuh sendiri. Anak mungkin hanya perlu diberikan obat penurun panas, obat gatal dan bedak salicyl. Karena cacar air disebabkan oleh virus maka tidak diperlukan antibiotic kecuali adanya infeksi kulit oleh bakteri. Untuk mencegah infeksi kulit, maka anak perlu dijaga kebersihan kulitnya.

Obat antivirus seperti acyclovir dapat diberikan dengan efektif untuk mengurangi lama demam dan jumlah bintil-bintil yang keluar dengan syarat diberikan 24 jam sejak onset ruam.

Artikel lain

Berikut dikutipkan artikel lain tentang cara mengatasi cacar air pada anak :

Sebaiknya tetap berada di rumah dan jangan pergi ke sekolah dahulu selama 5 hari setelah muncul bintik pertama.
Usahakan mengonsumsi air yang banyak terutama air dingin.
Jika terdapat bintik di daerah mulut, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi es krim atau jeli.
Oleskan minyak atau krim yang dapat mengurangi rasa panas serta gatal, sehingga anak tidak mencoba untuk menggaruknya karena bisa bertambah parah dan menimbulkan bekas jika bintik tersebut digaruk.
Jika bintik tersebut sangat gatal dan membuat anak tidak bisa tidur, mintalah dokter untuk memberikan obat anti-histamin untuk membantu mengurangi rasa gatal.
——–
Cacar air atau chicken pox disebabkan virus Varisela zoster. Virus ini menyerang kulit dengan membentuk luka (lesi) yang berisi cairan. Infeksi virus ini biasanya mengenai balita berusia 9 bulan keatas. Orang dewasa jarang terkena cacar air, tetapi bila terkena, biasanya akan lebih berat ketimbang balita.

Aktif menular. Penyakit cacar air mudah sekali menular melalui:
Kontak langsung dengan luka penderita, atau benda lain yag dipakai penderita. Misalnya sapu tangan, handuk atau baju bekas pakai
Udara, misalnya lewat batuk atau bersin penderita. Bahkan nafas penderita yang terhirup orang yang berada di dekatnya pun bisa membuat orang lain tertular
Masa inkubasi (masuknya virus ke dalam tubuh hingga munculnya gejala awal penyakit) terjadi antara 14-16 hari. Gejala cacar air antara lain nyeri kepala dan demam yang berlangsung sekitar 3-7 hari dan kadang-kadang disertai pilek atau hidung tersumbat, bersin dan batuk.

Setelah demam reda, muncul bintik-bintik merah yang dimulai dari daerah sekitar dada dan wajah. Kemudian menyebar ke seluruh tubuh disertai rasa gatal. Kondisi ini diakhiri dengan munculnya vesikel (bintil yang di dalamnya berisi cairan jernih). Jumlah bintil ini bervariasi pada setiap penderita

Masa aktif penularan penyakit cacar air adalah 1-2 hari sebelum bintil pertama muncul, hingga 6-7 hari setelah bintil terakhir muncul. Lewat masa tersebut, secara klinis balita sudah tidak akan menularkan penyakitnya lagi. Artinya, dia sudah mulaidiperbolehkan berdekatan bahkan bermain dengan orang lain.

Jangan pecah. Pada balita, cacar air cenderung ringan dan biasanya penderita tidak pelu dirawat di rumah sakit. Jadi cukup rawat jalan. Jika daya tahan tubuh balita tinggi, maka penyakitnya bisa sembuh dalam jangka waktu sekitar dua minggu.

Upayakan jangan sampai balita terinfeksi penyakit lain, sehingga terjadi komplikasi. Misalnya, jangan biarkan balita bermain di luar bersama teman-temannya dan hindarkan dia dari apa pun yang dapat membuat bintil-bintilnya pecah. Jika bintil pecah, kemungkinan terjadinya infeksi bakteri jadi lebih besar. Kalau sudah begini, balita harus diberi antibiotik bahkan kadang perlu di rawat di rumah sakit.

Disalin dari kesehatananakku.com dan http://www.kesehatankita.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: